Tampilkan postingan dengan label Rezeki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rezeki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Vicky pun Berbisnis

Hallo halloo Bekasi dan sekitarnya...
Dimanapun kamu berada di wilayah Indonesia.. :) 

Anda labil ekonomi?
Bosan punya income pas² an
Bosan dengan pergi Pagi - Pulang petang. 
Daaannn Tiap bulan Ngutang. 
Mau mulai berbisnis, tapi khawatir ƍäª tau caranya?
Mau kerja sambil bisnis? 

Mau bantu Suami sambil jadi IRT? 
Mau kuliah sambil bisnis? 
Mau dpt income minimal 4 jt per bln? atau berapapun yg Anda inginkan..
Mau BB anda jadi mesin uang?

Gabung bersama kami...

Walau ada kontroversi hati, 
Mungkin merasa bisnis ini blm terbukti
Tersedia training dan fasilitas
Yg akan mengkudeta ketakutan anda sampai tuntas! 

Bisnis ini memang butuh harmonisasi hati 
Utk apresiasi kerja keras hasilkan berjeti-jeti bahkan ratusan jeti
Yuk....berkonspirasi bersama kami
Demi statutisasi kemakmuran masa depan Anda 

Berapapun your age 
Asal udh punya KTP

Ayo gabung bisnis bareng kami. Hanya 49.900 plus KTP
 

Ayo buruan :)

GO Manager


More info? Inbox email ya :D 

hana_amel @ymail.com

atau pesan FB Isroq Amalia

Website :
☑ http://jobcerdas.com/
☑ www.isyroq.blogspot.com 
☑ http://hanamel.yukbisnis.com/


Kamis, 03 Mei 2012

Cepat Dibalas


Seringkali ketika Ibu saya pulang saya dimintanya untuk menjemputnya di depan pintu. Ini karena beliau hampir tidak pernah pulang tanpa membawa buah tangan dan beliau selalu ingin disambut dan dibantu tentunya. Malam itu Ibu saya membawa pulang banyak makanan di dalam dua kardus. Saya selalu memanggilanya dengan sebutan Ummi. “Ummi, banyak sekali kita dapat rezeki hari ini. Tapi ini semua tidak mungkin dihabiskan sekarang. Jika disimpan besok pun akan basi”. Akhirnya kita memutuskan untuk membagikannya kepada tetangga.
Padahal ketika itu, saya ingin sekali kue keju yang sangat banyak tersebut untuk di makan besok. Tapi saya merelakan karena tidak mungkin saya habiskan semua. Ummi yang tahu kesukaan saya, menyisakan beberapa kue tersebut. Lalu yang lainnya dibagikan kepada para tetangga. Ada lagi kado yang beliau bawa dan setelah di buka ternyata isinya mukena. "Mba ini mukena diberikan ke orang lain saja ya. Kita kan masih punya.” pada saat itu saya sebenarnya kurang merelakan, tapi akhirnya mengangguk tanda setuju. Saya padahal ingin mukena tersebut karena warnanya yang saya sukai.
Keesokan harinya ketika waktu dhuha. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Seorang bapak sambil membawa 5 tumpuk box makanan. Saya agak kaget. “Ini dari ibu xxx” kata si Bapak (Disini saya lupa nama Ibu yang sering memberikan nasi box setiap hari Jum'at. yang saya ingat nama restorannya : Rumah Makan Adem Ayem). “Oh, iya terima kasih” belum hilang rasa kaget saya, saya kembali dikejutkan dengan tingkah bapak tersebut yang bolak-balik menurunkan sejumlah box makanan dari mobilnya.
Ummi yang baru saja menyelesaikan sholat Dhuhanya segera menghampiri saya. “Dibantu Nak, taruh ke dalam!”, dalam hati saya bersyukur karna saya belum makan apa-apa dari pagi, Ummi pun belum sempat memasak karena ingin segera pergi berdakwah.
~to be continue~